Keselamatan Berjalan

Aktifitas sehari-hari yang kita lakukan pasti mengandung bahaya dan resiko, termasuk saat kita berjalan kaki. Resiko yang paling sering kita temui adalah terpeleset, tersandung, dan terjatuh atau bahkan tertabrak jika kita sedang berjalan di pinggir jalan atau menyebrang. Jangan sampai kegiatan mulia kita untuk mengurangi polusi udara berakhir dengan luka ya pemirsa. Nah, untuk mencegah atau mengurangi resiko tersebut, berikut adalah tips keselamatan yang dapat kita terapkan yaa….

distracted1

Praktik Keselamatan Berjalan

  • Selalu perhatikan lingkungan sekitar anda. Lihat kemana anda akan melangkah. Perhatikan bahaya Terpeleset dan Tersandung kemanapun anda melangkah.
  • Berjalan !! Jangan Pernah Berlari atau Terburu2 saat di jalan raya.
  • Jangan lakukan kegiatan yang akan mengalihkan konsentrasi anda saat berjalan seperti : membaca , mendengarkan musik dengan earphone, menulis atau menggunakan HP saat sedang berjalan.
  • Selalu biasakan membiarkan tangan anda di luar. – Jangan berjalan dengan tangan yang diletakan di dalam saku celana anda. Tangan sangat berguna untuk membantu menjaga keseimbangan selama berjalan. Dan hal yang paling penting adalah jika tangan anda berada di dalam saku anda, maka akan sulit buat anda untuk menolong diri sendiri jika anda jatuh dengan tangan ada di dalam saku celana anda.
  • Selalu gunakan pegangan pada saat naik dan turun dari tangga. Jangan terburu-buru saat naik dan turun dari tangga.
  • Gunakan pakaian yang terang saat berjalan di malam hari
  • Ketika akan menyeberang, lakukan eye contact dengan pengemudi.

Jika anda Jatuh, usahakan jatuh dengan cara yang benar.

ukemi

  • Berguling saat jatuh – jangan coba untuk menahan dengan tangan langsung karena berisiko patah. Biarkan terjatuh dan berguling.
  • Tekukan lutut dan siku anda dan biarkan kaki dan lengan anda yang menyerab tenaga saat jatuh.

Paling penting adalah Housekeeping dan membersihkan jalur jalan. Jika kamu menemukan benda yang mempunyai resiko membuat orang tersandung dan terpeleset, singkirkanlah benda tersebut.

Iklan

GGrGrr

Duh.. Kalo baca status n komen IRT yang mengatakan bahwa IRT jauh lebih baik dari Ibu bekerja dan ibu bekerja tu jahat ninggalin anaknya tu rasanya pengen gua pites. Beruntunglah bu yang bisa jadi IRT alias full time mommy tapi kami kaum emak emak kuli yang harus bekerja saban hari selama 24 jam non stop literally ga patut untuk dijudge jaharaaa.

Siapa sih yang ga pengen di rumah aja ngurusin anaknya full dan ga harus bergelut sama ganasnya kereta, kejamnya kemacetan ibukota, pressure dari kerjaan dan kalo udah di rumah langsung masak, nyuci botol, beli kebutuhan RT, main sama anak, nyusuin, bergadang di malam hari. Buu.. Jauh dari lubuk hati kita yang paling dalam, kita juga pengen begitu. Tapi ada berbagai alasan dimana kita harus bekerja dan membantu suami. Kita kaum emak emak kuli harus membuang ego kita untuk jadi full time mommy, bu. Jadi ga usah lah membanding bandingkan antara IRT dan Emak emak kuli macam saya ini. Membuktikan bahwa IRT lebih baik dari emak kuli. Sakit bu mata saya (karena baca).

Saya pernah baca quote begini

Ibu yang baik adalah ibu yang bahagia, menerima dirinya apa adanya, menjadi versi yang terbaik bagi dirinya sendiri, dan mengasuh anak dengan bahagia tanpa penghakiman dan ego bahwa dia ibu yang paling benar dan bijak dalam mengasuh keluarga

Selamat datang Qiandra

Mumpung qia lagi bobo, saya mau bercerita tentang bagaimana anak saya qia terlahir ke dunia ini. Waktu itu hari kamis, tanggal 31 Agustus 2017, saya kontrol ke dr.Alesia di RSIA Bunda Aliyah karena ini RS rujukan BPJS. Biasanya juga ke bidan deket rumah. Lalu hasil USG menunjukkan BB bayi 3 kg dan dengan TB saya yang semekot dan qia yg kelilit tali pusar, akhirnya dr memutuskan harus sesar karena beresiko tinggi kalo lahiran normal. Jadwal sesarnya hari sabtu. Tapi dokter bilang harus CTG dulu hari ini, hasil CTG menunjukkan kontraksi udah 100% dan harus disesar sekarang juga. What?! Terasa tersambar petir. sampe gak sempet kasih kabar ke mama. Padahal saya ga ngerasain kontraksi apapun. Dan lagi ga bawa baju sama sekali ke RS.

Perawatpun memasukkan obat pencahar lewat anus, setelah saya bab, pertama kalinya dalam hidup saya selang infus masuk. Rasanya? Aman. Lalu dilanjutkan dengan tes alergi. Rasanya? Aman. Lalu dilanjutkan dengan memasukkan antibiotik lewat selang infus. Rasanya? Kurang dari hitungan ke 10, saya muntah luar biasa sampe baju operasi harus diganti dan selang infus bergeser (darah merembes ke baju operasi). Setelah itu, saya masuk ruang operasi. Rasanya? Deg2an setengah hidup. Setelah saya disuntik anastesi, dokter anaknya belum datang. Nah lho. Dr.alesia marah2 lewat telpon. Setelah dsa dateng akhirnya perut saya dibelek. Dokternya bilang ” bu, kok anaknya kecil ya?, Bukannya tadi pas diUSG 3 kg.” Dokter yang satu bilang ” yaampunn, air ketubannya dikit banget”. Langsung saya shock, merasa bersalah dan gagal. Dan baby qia harus diobservasi karena BBLR.

Saya baru bisa ketemu Qia keesokan harinya. Masalah selanjutnya adalah ASI saya ga keluar. Qia nangis sampe ga ada suaranya 2 hari 2 malem. Akhirnya keluarga memutuskan untuk diberi sufor biar ga dehidrasi padahal dsa bilang cadangan makanan bayi itu 3 hari.

ASI saya pun baru keluar di hari ke-6, itu juga masih sedikit dan Qia udah bingung puting. Selesai sudah. Hati saya hancur berkeping-keping, nangis terus, sedih banget gak bisa kasih ASI langsung dan badannya Qia yang kecil banget. 😭

Hari demi hari berat Qia pun bertambah walau ga seperti anak-anak seumuran dia lainnya karena Qia susah nyusu alias ga doyan susu.

Di umur yang ke-2 bulan BB qia baru 4,5 kg. Namun, Alhamdulillah Qia sehat, lincah dan ceria. Maapin mimi ya Qia karena blum kasih yang terbaik untuk Qia. Semoga Allah selalu melindungi Qia dan menjadikan dia anak yang soleha, pintar sehat dan ceria.

image

Risoles Mayonaise

Cemilan berbuka puasa yang saya buat untuk seminggu ini adalah risoles mayonaise. Kenapa risol? karena enak. Udah si gitu aja alesannya.  Bikinnya lama betul..Mulai bikin dari nonton doraemon sampeee setengah 12 karena emang belom pernah bikin risol sebelumnya. Pertama, bikin kulitnya dulu, bikin kulitnya tuh sepenuh hati ampe luber-luber tapi alhamdulillah ga ada yang pecah, berhasil semuahh pemirsahhh dan inilah penampakan risolnya. Yihaa…

IMG_20170604_145931

Rasanya lumayan enak tapi mayonaisenya kurang lumer soalnya kurang banyak, karena kalo kebanyakan nanti kolesterol kite nambah tinggi. Oiya kalo mau intip resepnya nih cekidot….

Baca lebih lanjut

Homemade chicken nugget

yeayy.. bulan ramadhan tinggal menghitung jam dan bulan ramadhan kali ini pertama kalinya saya menjadi istri orang. ^_^ Btw, sebagai working wife setiap hari saya memang masak untuk suami saya, tapi untuk bulan ramadhan kali ini saya harus bikin lauk yang simple dan sehat tentunya (non msg dan pengawet) agar waktu gak terlalu banyak dibuang di dapur. Pilihan saya dan suami jatuh kepada nugget ayam. Setelah gedebak gedebuk di dapur, inilah penampakan nugget yang tinggal goreng tersebut.

DSC_0466

dan inilah resepnyaaa…

Baca lebih lanjut

Balada Urus Surat Pindah

Setelah menikah saya ikut suami tinggal di Jakarta timur. 2 bulan setelah pindah barulah kami berniat untuk urus surat pindah dan buat KK sendiri. Dimulailah dengan urus surat pindah saya, prosesnya cepet banget kalo di Depok, total 3 hari. Hari pertama ngurus ke RT, RW dan Kelurahan, Hari kedua urus ke Kecamatan dan hari ketiga urus ke dinas kependudukan kota Depok. Jadi deh. 🙂 Untuk proses ini saya berterima kasih sebesar-besarnya untuk mamak saya. Ntapp!! Mamak licin.

Setelah saya dapet surat keterangan pindah, barulah suami saya yang urus surat pindah sekalian KK dan KTP saya yang baru di Jakarta. Karena dia ga mau nyuruh orang ngurus alhasil dia ngurus sendiri dan harus bolos kerja.

Hari ke-1 (bolos)

Cuma dapet tandatangan RT dan RW itu juga malem dapetnya karena pak RT dan RW ga ada di tempat dan istrinya ga mau ngasih surat keterangan.

Hari ke-2 (bolos)

Ngantri di kelurahan baru dapet antrian abis dzuhur, ternyata berkas ga lengkap karena kalau di pindah ke Jakarta harus ada SKCK saya dan fotokopi buku nikah. Oiya satu lagi, ternyata di surat keterangan pindah saya salah alamat alias RT-nya salah. aduhh ojaannn!!

Baca lebih lanjut

Cerita Persiapan Nikah #latepost

Hai pemirsah…aduh duh udah lamose akika tak tulis menulis di sindang… yuks ah mari kita simak cerita persiapan nikah eike..

Setelah acara lamaran pada 25 September 2016, langkah selanjutnya adalah menyiapkan segala sesuatu untuk acara akad dan resepsi pernikahan. Awalnya, saya hanya mau akad saja tidak usah ada resepsi, tapi karena kata orang tua saya ini anak perempuan satu-satunya (lah iya wong anaknya cuma dua, adek laki pula) akhirnya orang tua ingin mengadakan resepsi atau bisa kita sebut syukuran kecil-kecilan. Walaupun kecil-kecilan, namun persiapannya lumayan rempong cyin.. Soal pemilihan hari baik tidak ada di keluarga kami karena pada dasarnya semua hari itu baik. Hari pernikahan kami bergantung pada ketersediaan venue dan catering. Wekeke.

Baca lebih lanjut