Note to me

Let’s face it everyone, we live in a world where we fight wars when we decide to stop negotiating. Violence has desensitized us to the reality that death is a terrible thing. So what I’m saying here is this: live your life to the fullest, never look back, and leave your mark on the world. If you do all that, then whatever happens after we pass on, we made our mark here. In the end, that’s what really matters to me. Death is a touchy subject, and I suppose it’s taboo to talk about casually, but it’s inevitable. Don’t run from fate, you make the most out of what you have and your life will be much happier, I promise every single one of you reading this wall of text that you were put on this earth for a reason, you might as well let that reason flourish while you still can. Don’t let fear hold you back, take a leap of faith, trust in yourself and bring out the best in you.

Iklan

Hidup Bagaikan Secangkir Kopi

Sebuah grup alumni yang rata-rata sukses dalam karirnya bersama-sama pergi mengunjungi profesor dosen mereka di Universitas. Segera obrolan berkisar soal stress dalam pekerjaan & kehidupan rumah tangga mereka. Profesor menawarkan kopi lalu ia ke dapur & kembali membawa secerek besar kopi beserta sejumlah cangkir yang terbuat dari porselen, plastik, gelas dan kristal. Beberapa cangkir-cangkir itu tampak mahall dan beberapa sangat indah. Lalu profesor mempersilahkan mereka menuang sendiri-sendiri kopinya.

Ketika tiap orang sudah mendapat kopinya masing-masing, lalu profesor berkata :

Coba kalian perhatikan, semua cangkir-cangkir yang tampak mahal atau indah telah kalian pilih, kini tinggallah cangkir-cangkir polos dan tampak murah. Memang lumrah bahwa kalian memilih hanya yang terbaik untuk dirimu sendiri, disitulah sumber problem dan stress kalian. Sadarlah bahwa cangkir-cangkir itu tidak meningkatkan kualitas kopinya dan hanya menjadikannya lebih mahal dan dalam banyak hal malah membuat kita melupakan apa yang sedang kita nikmati. Apa yang sesungguhnya kalian inginkan adalah kopi, bukan cangkirnya, tetapi kalian berebut mendapat cangkir terbaik dan kalian mulai saling lirik cangkir yang didapat satu sama lain.  Kini coba renungkan : Kehidupan ini adalah kopi. Pekerjaan, profesi, uang dan jabatan dalam masyarakat itu hanyalah cangkir-cangkir. Cangkir-cangkir itu hanyalah sarana untuk hidup, dan jenis cangkir tidak berpengaruh terhadap apa-apa, tidak pula mengubah kualitas hidup kita. Kadang-kadang dengan hanya terpusat pada cangkir, kita lupa menikmati kopinya. Nikmatilah aroma sedap kopinya bukan cangkirnya! Orang paling bahagia bukanlah yang memiliki segala sesuatu yang TERBAIK, melainkan mereka melakukan yang TERBAIK atas segala sesuatu yang dapat mereka usahakan. Hiduplah bersahaja.  Mencintai dengan tulus. Pedulilah dengan sesama. Bicaralah dengan ramah.

Author unknown

Ko Kira Sa Takut

Paitua satu de naik pesawat dari Jakarta ke Biak. Kebetulan paitua duduk dekat turis Jepang yang mau pergi kunjungan ke tempat wisata di Biak, begini paitua mau ajak kenalan turis Jepang tadi.

Pace     : Mister.. what is your name?

Turis Jepang : My name is SAMARA SATOKI
(dalam bahasa papua berarti : Saya marah saya pukul)

Pace turis bale tanya pace : What is your name Sir ?

Pace mau kaseh tau de pu nama tapi karena tersinggung, soalnya paitua pikir turis Jepang tadi mau cari gari-gara
Paitua pu hati su jengkel, dalam hati paitua pikir begini :
“Kurang ajar seh, saya hanya minta kenalan saja, baru pace ko bale tantang saya lagi, bicara mau toki (pukul) saya lagi”
Tanpa pikir panjang lagi, pace jawab sama turis Jepang tadi.

Pace  : My name is…… KOKIRA SATAKUT !!

Maitua Mo Tipu Semut

Obed dia mau putar kopi tapi gula di dia pu rumah habis. Obed pigi ke Jack pu rumah minta gula.

Obed   : Pace sa minta gula kah sa mo bikin kopi ??

Jack     : Ko ambil sendiri di dapur

Obed   : Pace dimana ko simpan GULA kah ?

Jack     : Ada di situ cari…

Obed   : Disini ada toples tapi tulisannya GARAM

Jack     : Yo itu sudah… sa pu maitua tulis garam karena DIA MAU TIPU SEMUT-SEMUT !!!

sumber : kabar teluk